Google Glass Smart Teknologi, Berikut Penjelasannya


Google Glass Smart Teknologi pernah jadi inovasi yang menghebohkan dunia. Tepatnya di 2014 silam. Perangkat itu disebut-sebut sebagai kacamata futuristik masa depan. BACA jua: Punya Foto/Video Intim di Ponsel? pakai Fitur Enkripsi Secure Folder di Ponsel Samsung, Dijamin safety! akan tetapi, saat sahih-sahih di uji cobakan ke publik, ternyata mengundang banyak protes. Terutama soal privasi. banyak orang merasa rikuh waktu terdapat orang memakai Google Glass pada daerah-tempat umum ,
contohnya restoran atau klub. sebab ditakutkan penggunanya bisa merekam video membisu-membisu serta menghambat privasi. Maka banyak klub-klub pada Amerika serta Eropa yg melarang penggunaan Google Glass. kemudian, apakah inovasi kacamata pandai ini lalu hilang? Jawabannya, tidak.
Google Glass smart teknologi masih digunakan. akan tetapi, hanya buat kebutuhan usaha. inovasi itu akhirnya menemukan fungsi dan posisinya sendiri. Namanya Google Enterprise Edition. yang terbaru, bahkan Google terus memperbaiki fitur-fitur Google Glass. galat satunya, menggunakan menambahkan fitur video call Google Meet.
Dampaknya, supervisor pada lapangan mampu langsung berkomunikasi dengan pekerja lapangan, serta melihat eksklusif apa yg dipandang sang si pekerja. Ini akan sangat memudahkan penyelesaian tugas serta koordinasi. inspirasi serupa pula dikejar Microsoft, terutama waktu mendemokan perangkat kacamata pintar HoloLens, yang disinergikan menggunakan layanan video call Skype. tetapi, ternyata mereka malah fokus pada layanan berlangganan Dynamics 365 Remote Assist.
Lewat posting blog-nya, Google menyebut bahwa layanan Meet ini tersedia khusus untuk pelanggan Google Workspace. kini pun layanan tersebut masih pada syarat beta.
namun, sebenarnya Google Glass Enterprise Edition dua sendiri sudah dijual pada Februari 2020 silam. seperti apa menggunakan video call Google Meet pada Google Glass? mampu jadi, cita rasanya mirip film-film futuristik.
Google menambahkan fitur Meet agar pekerja bisa saling berkomunikasi. Tampak tampilan Google Meet di kacamata Google Glass. di lensa kacamata Google Glass timbul gambar video transparan. poly yang tidak sadar bahwa kacamata pintar atau perangkat head up display (HUD) ini telah aneka macam di adopsi buat perusahaan. keliru satu perusahaan raksasa yang mengadopsinya artinya Boeing,
yang dipergunakan mekanik mereka buat membangun pesawat. Mekanik Boeing bisa langsung merakit pesawat sembari melihat instruksi di kacamata, tanpa wajib melihat layar laptop. tidak mau kalah menggunakan Zoom, Google juga terus mendorong adopsi layanan Meet selama pandemi Covid-19.
