5 Program Prioritas 2022 untuk Percepat Digitalisasi Nasional


Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan persiapan lima program prioritas guna mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia, sehingga mendorong masyarakat Tanah Air menjadi masyarakat digital pada kesempatan kali in kita akan membahas mengenai 5 program prioritas 2022 untuk percepat diigitalisasi nasional.
“Untuk mempercepat 5 program prioritas tahun 2022 Digitalisasi Nasional, Kementerian Kominfo membutuhkan anggaran sebesar Rp22,57 triliun sehingga terdapat kekurangan Rp16,82 triliun untuk membiayai kebutuhan inisiatif baru,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Johnny G Plate.
Kelima program tersebut terdiri dari Penyediaan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pengelolaan Spektrum Frekuensi, Pemanfaatan TIK, Penataan Pengelolaan Pos dan Informatika, serta Komunikasi Publik.Anggaran disebut Johnny merupakan kebutuhan percepatan karena adanya penyesuaian belanja kementerian dan lembaga pada tahun anggaran 2020. Menurut Johnny, pandemi Covid-19 mendorong percepatan transformasi digital Indonesia.
Dengan demikian, Johnny juga menyebut untuk mendukung percepatan transformasi ini perlu dilakukan upaya optimalisasi layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk publik dan sekaligus akselerasi kebijakan digitalisasi nasional.
Karenanya, Kominfo mengusulkan tambahan anggaran (ABT) Rupiah Murni sebesar Rp2,33 triliun untuk percepatan infrastruktur, seperti Base Transceiver Station (BTS) serta akses internet di wilayah non-komersial.
Selain itu, ABT ini ditujukan untuk persiapan pusat data nasional sebagai langkah percepatan digitalisasi nasional, operasional layanan publik dan dukungan sosialisasi Pilkada 2020. Sementara itu, dari total 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia, 70.670 di antaranya sudah terjangkau layanan 4G.
Sehingga saat ini masih terdapat 12.548 desa dan kelurahan yang belum terlayani jaringan 4G hingga 100 persen di Indonesia. Selain itu, Kominfo juga menyebut terdapat sebanyak 9.113 desa dan kelurahan di daerah 3T atau tertinggal, terdepan dan terluar serta 3.435 desa dan kelurahan Non 3T.
Johnny juga menyebut bahwa pembangunan akses jaringan seluler 4G di 9.113 desa dan kelurahan daerah 3T akan diselesaikan sampai dengan tahun 2022 oleh BAKTI. Sedangkan 3.435 Desa/Kelurahan di wilayah Non-3T pembangunan selular 4G diusulkan untuk tetap dibangun oleh operator seluler.
Johnny juga memaparkan jumlah pengguna Aplikasi PeduliLindungi, dengan total pengguna Aplikasi PeduliLindungi disebut Johnny mencapai 4.025.861 jiwa atau sekitar lima persen dari total pengguna smartphone Indonesia.
Aplikasi ini memiliki target pengguna sebesar 25 persen dari total pengguna smartphone di Indonesia, yaitu sebanyak 78 juta pengguna. Dan Kominfo juga mencatat bahwa saat ini, rating aplikasi PeduliLindungi mencapai 4.4, termasuk dalam kategori disukai oleh pengguna.
