• Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • VISI dan MISI
    • Tujuan dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
    • Program Kerja
  • Berita Kegiatan
  • Layanan dan Informasi
    • APLIKASI
      • APLIKASI PENELITIAN & PENGABDIAN (LIPAN)
    • Arsip Digital
      • Publish HKI
  • HKI
    • Paten
    • Hak Cipta
      • Pengenalan Hak Cipta
      • Jenis Hak Cipta
      • Syarat dan ketentuan
  • Help Desk
PHKI
  • Beranda
  • Tentang
    • Profil
    • VISI dan MISI
    • Tujuan dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
    • Program Kerja
  • Berita Kegiatan
  • Layanan dan Informasi
    • APLIKASI
      • APLIKASI PENELITIAN & PENGABDIAN (LIPAN)
    • Arsip Digital
      • Publish HKI
  • HKI
    • Paten
    • Hak Cipta
      • Pengenalan Hak Cipta
      • Jenis Hak Cipta
      • Syarat dan ketentuan
  • Help Desk

artikel Terbaru

  • Home
  • Blog
  • artikel Terbaru
  • Cloudflare Serangan DDoS Terbaru Banyak Berasal dari Indonesia

Cloudflare Serangan DDoS Terbaru Banyak Berasal dari Indonesia

  • Categories artikel Terbaru
  • Date June 20, 2022
Cloudflare Serangan DDoS

Cloudflare secara otomatis mendeteksi dan memitigasi 26 juta permintaan per detik (request per second) serangan DDoS. Menurut Cloudflare, itu adalah serangan DDoS terbesar yang pernah tercatat pada protokol HTTPS. Serangan itu, kata Cloudflare, menargetkan situs web pelanggan menggunakan paket Gratis dari Cloudflare. Mirip dengan serangan 15 juta rps sebelumnya pada April 2022, serangan ini juga sebagian besar berasal dari penyedia layanan cloud. Itu menjadi salah satu indikator penggunaan mesin virtual yang dibajak dan server yang kuat untuk menghasilkan serangan tersebut. Selain itu, pada bulan Agustus 2021, Cloudflare juga mendapati serangan DDoS 17,2 juta rps pada protokol HTTP. “Semua secara otomatis terdeteksi dan dimitigasi oleh HTTP DDoS Managed Ruleset kami yang didukung oleh sistem perlindungan DDoS edge otonomos kami,” ujar Cloudflare di dalam keterangannya. Serangan DDoS 26M rps berasal dari botnet kecil namun kuat dari 5.067 perangkat. Rata-rata, setiap node di bot itu menghasilkan sekitar 5.200 rps pada puncaknya. Sebagai perbandingan, Cloudflare telah melacak botnet lain yang jauh lebih besar tetapi kurang kuat pada lebih dari 730.000 perangkat. Ternyata, botnet yang lebih besar tidak dapat menghasilkan lebih dari satu juta rps, yaitu rata-rata sekitar 1,3 rps saja per perangkat. “Sederhananya, botnet baru ini rata-rata 4.000 kali lebih kuat karena penggunaan mesin virtual dan server,” tutur Cloudflare.

Negara sumber serangan

Juga, perlu dicatat bahwa serangan ini berlangsung pada protokol HTTPS. Serangan DDoS jenis ini lebih mahal dalam hal sumber daya komputasi yang diperlukan karena biaya yang lebih tinggi untuk membuat koneksi terenkripsi TLS yang aman. Dalam waktu kurang dari 30 detik, botnet ini menghasilkan lebih dari 212 juta rps pada protokol HTTPS melalui lebih dari 1.500 jaringan di 121 negara. “Negara teratas adalah Indonesia, Amerika Serikat, Brasil, dan Rusia,” ujar Cloudflare. Lebih lanjut, didapati bahwa sekitar 3 persen dari serangan datang melalui node Tor. Temuan lainnya menunjukkan bahwa sumber teratas adalah OVH yang berbasis di Prancis (Nomor Sistem Otonom 16276), Telkomnet Indonesia (ASN 7713), iboss yang berbasis di AS (ASN 137922) dan Ajeel Libya (ASN 37284).

Google Pakai Project Shield Lindungi Situs Web Pemerintahan Ukraina dari Serangan DDoS

Diwartakan sebelumnya, di tengah konflik antara Ukraina dan Rusia, selain serangan di darat, turut pula dilancarkan serangan siber. Demikian menurut Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov, melalui aplikasi olah pesan Telegram. Salah satu jenis serangan siber yang dimaksud adalah serangan penolakan layanan terdistribusi atau Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan ini membanjiri situs web dengan sejumlah besar permintaan yang bertujuan membuat situs web itu tumbang.  “Serangan DDoS massal lainnya di negara bagian kita telah dimulai,” kata Fedorov yang juga merupakan Wakil Perdana Menteri Ukraina. Pernyataan itu juga terkonfirmasi oleh laporan dari lembaga nonpemerintah yang berfokus pada kebebasan berinternet, Netblocks. “Terkonfirmasi: Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, Layanan Keamanan, dan situs web Kabinet Ukraina baru saja terkena dampak gangguan jaringan; insiden itu tampak konsisten dengan serangan DDOS baru-baru ini,” kata Netblocks belum lama ini.

Project Shield

Menyikapi hal ini, Google turut mengulurkan bantuan untuk melindungi pengguna internet Ukraina dan layanan setempat yang dirasa vital. “Kami terus melihat upaya DDoS terhadap berbagai situs Ukraina, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, serta layanan seperti Liveuamap yang dirancang untuk membantu orang menemukan informasi,” ujar Kent Walker, President, Global Affairs di Google. Dalam hal ini, kata Walker, pihaknya telah memperluas kelayakan untuk Project Shield yang dapat memberikan perlindungan dari serangan DDoS. “Situs web pemerintah Ukraina, kedutaan besar di seluruh dunia, dan pemerintah lain yang dekat dengan konflik, dapat tetap online, melindungi diri mereka sendiri, dan terus menawarkan layanan penting mereka,” tutur Walker. Project Shield memungkinkan Google untuk menyerap lalu lintas buruk dalam serangan DDoS. Ia juga bertindak layaknya perisai untuk situs web yang lebih kecil, yang memungkinkan situs web terus beroperasi dan bertahan dari serangan DDoS.

  • Share:
PHKI

Previous post

Transformasi Digital di Industri 4.0 Bawa Banyak Dampak dan Peluang Pekerjaan
June 20, 2022

Next post

Aplikasi Zoom untuk Chromebook Bakal Dimatikan Agustus 2022
June 21, 2022

You may also like

ikan asin
Manfaat Mengonsumsi Ikan Asin
3 February, 2023
buah-buahan
Makanan Yang Rendah Purin Untuk Para Pengidap Asam Urat
2 February, 2023
LAW ITE
Aspek Hukum Pencemaran Nama Baik Melalui “Facebook”
2 February, 2023
View this post on Instagram

Shared post on Time

embed Instagram post

Search

Berita Lainnya

Workshop Coaching Clinic Mahasiswa Magister Manajemen Pascasarjana UMA Stambuk 2024
05Mar2025
Fakultas Psikologi UMA Menggelar Acara Tes Minat & Bakat Untuk Seluruh Siswa SMA-SMK Dan Seminar Guru Se-Kota Medan Tahun 2025
21Feb2025
Pertemuan Titik 0 Dan PT Artama Durus Marusean Dengan BIPK Universitas Medan Area: Menjalin Kemitraan Strategis
21Feb2025
Corporate Gathering Universitas Medan Area Tahun 2025: Mempererat Kebersamaan Dan Sinergi Civitas Akademika
21Feb2025

Lokasi UMA

url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url url
logo-lke-uma

Helpdesk

[email protected]

[email protected]


ALAMAT

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
(061) 7360168, 7366878, 7364348. CALL CENTER : 0811-6013-888
Fax : (061) 7368012
[email protected]

Kampus II
Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
(061) 8225602, 8201994 HP : 0811 607 259
Fax : (061) 8226331
[email protected]

© Copyright 2025 PHKI | Universitas Medan Area.