Perkembangan Cloud Semakin Pesat Menkominfo Ingatkan Soal Keamanan Data

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menegaskan, bahwa keamanan siber atau cyber security saat ini telah menjadi perhatian di tengah perkembangan teknologi yang eksponensial. Menurutnya, ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu keamanan data, keamanan siber, serta langkah dari pemerintah.
“Keamanan data, menjaga kerahasiaan, ketersediaan data seluruh stakeholder, laporan siber termasuk data menjadi tugas seluruh pemangku kepentingan,” kata Johnny dalam sambutannya di CNBC Indonesia Tech Conference. Indonesia sendiri saat ini telah memiliki UU Perlindungan Data Pribadi, yang tengah disiapkan menjadi perangkat aturan lanjutan serta pembentukan badan tata kelola data dan manajemen data.
Menurut Johnny, data akan memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan teknologi. Misalnya saja teknologi yang saat ini masif digunakan, yaitu cloud computing atau komputasi awan yang mengutamakan data.
“Cloud computing memiliki tiga faktor utama, yaitu provider, klien, dan user yang memiliki peran mengamankan data. Ketiga faktor ini berinteraksi dengan banyak komponen kompleksitas dan permukaan yang luas, untuk itu upaya peretasan perlu diperhatikan. Jadi pemanfaatan teknologi tidak dapat dipisahkan dari siber,” jelas Johnny.
Kerentanan dari data siber kemudian juga mendorong respons pasar untuk menyediakan proteksi keamanan siber oleh penyedia layanan. Johnny menyebutkan, bahwa upaya penguatan cyber security saat ini bisa mencapai USD 101,5 miliar untuk dapat memperkuat keamanan hingga 2025.
Johnny kemudian memaparkan bahwa perhatian data di cloud secara spesifik di Asia Pasifik, ditunjukkan dengan survei yang menyebut 19 persen responden menyimpan data sensitif di cloud external, sementara 50 persen melaporkan mereka pernah mengalami pembobolan. Data ini menunjukkan bahwa ancaman untuk cloud masih besar.
Johnny juga menegaskan bahwa penguatan keamanan siber atau cyber security harus dioptimalkan, karena perkembangan teknologi cloud computing yang masif pun masih harus melalui proses adaptasi. “Sekarang semakin banyak UMKM, perusahaan, dan pelaku usaha berbagai bentuk yang memanfaatkan cloud,” pungkas Johnny.
