Pedoman Penulisan Paten
Secara mendasar, suatu dokumen spesifikasi paten (deskripsi paten) harus memiliki dua hal prinsip yaitu aspek perlindungan dan aspek informasi. Deskripsi paten harus menjelaskan dalam bentuk kata-kata mengenai batasan perlindungan yang didefinisikan dalam klaim invensi yang dimintakan patennya dimana. Untuk mendukung batasan perlindungan sebagaimana yang dinyatakan dalam klaim, penjelasan dari invensi yang ingin dilindungi harus menjelaskan secara lengkap mengenai invensi tersebut sehingga batasan yang disebutkan dalam klaim tersebut dapat dipahami.
Penulisan yang sesuai format (tata cara penulisan) deskripsi paten sangat menentukan apakah suatu invensi
dapat diberi atau ditolak patennya. Selain itu, penulisan yang sesuai format (tata cara penulisan) deskripsi paten juga menentukan lingkup perlindungan patennya, dan mempengaruhi lamanya waktu pemeriksaan terutama pada saat pemeriksaan substantif karena tidak ada waktu terbuang hanya untuk memperbaiki format penulisan deskripsi
paten tersebut.
[embeddoc url=”https://phki.uma.ac.id/wp-content/uploads/2022/01/Panduan-Penulisan-Paten.pdf” download=”all”]
